Minggu, 08 Maret 2015

cara menghilangkan kebiasaan masturbasi

UNTUK memuaskan nafsu sesaat, tak sedikit orang baik pria maupun wanita melakukan masturbasi untuk memuaskan diri sendiri. Sayangnya, efek buruk bisa menghantui bila memiliki kebiasaan ini. Apakah itu?

Masturbasi berlebihan bisa mengurangi jumlah sperma pada pria dan menyebabkan kemandulan, sehingga sulit memiliki keturunan. Masturbasi secara teratur juga menunda ejakulasi dan menyebabkan lesi pada kulit. Ditambah pula sering masturbasi dapat menyebabkan pembengkakan.

Lantas bagaimana cara menghentikan kebiasaan masturbasi yang sesungguhnya tidak baik? Berikut ini lima hal yang bisa diterapkan agar berhenti bermasturbasi demi mencegah akibat buruk, dikutip Timesofindia, Senin (9/3/2015).

Pertama, lepaskan segala sesuatu yang bisa merangsang.

Kedua, hindari kesepian dan dan pilihlah kehidupan sosial yang sibuk atau lebih bagus lagi pilihlah aktivitas menarik, seperti olahraga.

Ketiga, konsumsilah buah-buahan dan sayuran untuk meningkatkan energi tubuh.

Keempat, ingatlah selalu bahaya ketergantungan selalu memiliki akibat buruk dari masturbasi.

Kelima, buatlah motivasi dan niat untuk berhenti masturbasi.

sumber okezone.com

puasa nabi DAUD BIKIN PANJANG UMUR

PUASA berselang atau puasa intermiten bisa mengubah genetik Anda untuk membantu Anda hidup lebih lama, sebuah studi baru menunjukkan.

Penelitian tersebut diujicoba tikus hidup yang dibiarkan puasa berselang. Tikus tersebut, menunjukkan mereka bisa hidup lebih lama dan tidak rentan menderita penyakit yang berkaitan dengan pertambahan usia, karena adanya peningkatan gen SIRT 3.

“Gen SIRT 3 mempromosikan umur panjang dan juga terlibat dalam respons sel pelindung," kata Dr Michael Guo dari Harvard Medical School, sebagaimana dilansir dari Torontosun, Minggu (7/3/2015).

Yang dapat menjadi masalah akibat puasa adalah keletihan, yang lebih besar daripada manfaatnya. Berpuasa setiap hari dapat membuat Anda kekurangan gizi. Namun, bila dilakukan secara berselang, akan ada lebih banyak manfaat yang didapatkan.

"Orang tidak ingin kekurangan makan selama hidup mereka. Sehingga kami mulai memikirkan konsep puasa berselang," kata anggota penulis penelitian Dr Martin Wegman dari University of Florida.

Peneliti juga menguji 24 orang yang diminta berpuasa secara berselang selama 10 minggu. Mereka secara bergantian diminta makan hanya 25 persen dari asupan kalori harian mereka pada satu hari, lalu makan 175 persen di hari berikutnya. Ternyata, itu menunjukkan adanya sedikit peningkatan pada gen SIRT 3.

sumber :okezone.com

TAKARAN MINUM AIR PUTIH UNTUK LANSIA

MINUM air putih banyak sering dianjurkan oleh para ahli demi dapatkan ginjal yang sehat. Saat ini masyarakat masih berpikir bahwa minum air putih banyak bisa meminimalisir dari penurunan fungsi ginjal.

Namun Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH mengatakan, di satu sisi pemahaman sering minum air putih banyak adalah hal yang benar, akan tetapi disisi lain, pemahaman ini menjadi tidak benar. Seperti pasien usia lanjut dengan hiponatremia yang dianjurkan tidak boleh minum berlebihan.

"Dengan wajah yang penuh tanda tanya pasien atau keluarga yang turut, mungkin berkata di dalam hati mereka, apakah pernyataan dokter ini bisa diterima, pemahaman yang tidak benar ini perlu diluruskan," jelasnya di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, belum lama ini.

Ia menambahkan air sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia, akan tetapi dalam penggunaannya harus memperhatikan hal yang berkaitan dengan konsumsi air tersebut. Konsumsi air tidak dianjurkan melebihi kemampuan ekskresi air oleh ginjal normal yaitu 400-600 mL per jam.

"Faktor usia, besaran fungsi ginjal juga berperan dalam menentukan besaran volume asupan air ini. Pada usia lanjut sehat, tanpa aktifitas dianjurkan mengonsumsi air maksimal sebesar 1500 dan minimal 1000 mL per 24 jam," katanya.

Jika berlebihan, maka dapat terjadi hiponatremia atau kekurangan natrium dalam darah. Hal itu menimbulkan gejala fatik seperti, mual, mengantuk, gangguan melangkah hingga mudah tersandung, mudah lupa dan kram otot.

"Pada usia lanjut kebanyakan minum air dapat menyebabkan kekurangan atau natrium rendah dalam darah. Mudah jatuh. Sebab mungkin cucunya sayang dengan kakek atau neneknya agar ginjalnya bersih dikasih minum terus. Pemahaman ini yang harus diluruskan," tandasnya.

sumber :okezone.com

MAMFAAT AIR PUTIH UNTUK TUBUH

VOLUME asupan air yang cukup, penting bagi kelangsungan hidup normal setiap individu. Fungsi air dalam tubuh antara lain sebagai pengatur suhu badan, pelarut, bantalan sendi, dan pembawa zat penting ke seluruh tubuh.

Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH mengatakan kekurangan cairan tubuh satu persen dari berat badan, dapat menimbulkan gangguan kognitif. Sedangkan kekurangan cairan dua persen atau lebih dapat menimbulkan rasa lelah, sukar konsentrasi, dan gangguan visual.

"Kekurangan yang berat 10 persen dapat menimbulkan penurunan tekanan darah, dapat menimbulkan gangguan ginjal akut," katanya di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, belum lama ini.

Dalam keadaan istirahat atau tidak melakukan aktiitas (pengeluaran keringat minimal), volume cairan yang keluar dari tubuh adalah sebesar 1600 mL, dengan rincian dari urin 500 mL, kulit 500 mL, saluran nafas 400 mL, dan feses 200 mL.

"Cairan yang masuk untuk mengimbangi keluar juga 1600 mL dengan rincian air minum 400 mL, air berasal dari makanan 850 mL, dan air berasal dari oksidasi makanan 350 mL. Dengan peningkatan aktifitas mulai dari yang ringan sampai berat, pengeluaran cairan dapat mencapai 5000 mL," ungkapnya.

Parlindungan menambahkan pengeluaran yang banyak ini mempengaruhi pusat rasa haus,mengakibatkan asupan air akan bertambah sehingga keseimbangan cairan tercapai. Dalam kehidupan normal sehari-hari, tanpa olahraga dianjurkan mengasup cairan sebesar 2000 mL per 24 jam, untuk menghindari kekurangan cairan tubuh.

"Pada usia lanjut sehat tanpa aktifitas dianjurkan mengonsumsi air maksimal sebesar 1500 dan minimal 1000 mL per 24 jam," paparnya.

Dalam aktifitas berolahraga dengan fungsi ginjal yang normal dianjurkan mengasup air seperlunya saja (ad libitum), tidak dianjurkan minum secara berlebihan. Individu dengan batu saluran kemih serta fungsi ginjal normal, dianjurkan mengonsumsi air sebanyak liter liter per 24 jam.

"Sedangkan dalam keadaan fungsi ginjal menurun, khususnya penyakit ginjal kronik stadium empat ke atas dianjurkan mengonsumsi air maksimal sejumlah volume setara dengan volume urin selama 24 jam plus 500 mL," tutupnya.

sumber okezone.com

Sabtu, 07 Maret 2015

kegunaan & efek samping Parasetamol dalam Jangka Panjang

Parasetamol
ditengarai sebagai penghilang
rasa nyeri paling populer di
seluruh dunia. Namun adakah
efek samping penggunaan
parasetamol dalam jangka
panjang? Untuk menjawab
pertanyaan itu, Leeds Institute
of Rheumatic and
Musculoskeletal Medicine,
Inggris, pun menggelar studi.
Seperti apa hasilnya?
Studi yang dipimpin oleh Philip
Conaghan tersebut menganalisa
data dari delapan studi tentang
penggunaan parasetamol dalam
jangka panjang yang telah
dipublikasikan. Dua dari delapan
studi menemukan adanya
peningkatan kematian hingga 63
persen pada yang mengonsumsi
parasetamol dalam jangka
panjang, dibandingkan yang
tidak mendapat resep obat
tersebut.
Empat studi lainnya menemukan
adanya risiko tinggi masalah
kardiovaskular, yakni dengan
rentang 19-68 persen. Ada pula
risiko perdarahan gastro-
intestinal dan efek samping
intestinal lainnya, dengan angka
49 persen. Sementara tiga studi
lainnya menemukan adanya efek
buruk pada ginjal.

Kontrol Gula Darah dengan Langkah Sederhana Ini

MENGONTROL kadar gula wajib dilakukan siapa saja. Terlebih, caranya sangat sederhana dan tidak butuh biaya banyak.

Seperti dilansir Timesofindia, Selasa (17/2/2015), berikut empat langkah sederhana kontrol gula darah.

Diet

Dalam hal diet, jangan hanya diartikan untuk melangsingkan tubuh saja. Diet dalam sehari-hari sangat dibutuhkan karena dapat menjaga asupan rendah kalori dan membatasi lemak untuk mencegah diabetes. Anda dianjurkan untuk makan mengonsumsi sayuran, buah-buahan segar, produk susu biji-bijian kaya serat.

Cek gula darah rutin

Sebuah langkah pencegahan utama terhadap diabetes dapat dilakukan dengan tes gula darah secara teratur. Dengan melakukan ini, kadar gula darah di dalam tubuh Anda bisa terkontrol dengan sendirinya.

Mengurangi makan porsi besar

Jika sedang lapar berat, orang Indonesia selalu tak memikirkaan porsi makan sehingga sering makan sembarangan. Tapi jika Anda mengurangi porsi makan, dapat membantu mengontrol kadar gula dan menjaga metabolisme tubuh.

Mengubah gaya hidup

Orang Indonesia jarang yang memiliki kebiasaan sehat seperti makan teratur dan disertai latihan kardio yang menyeimbangkan berat badan. Padahal, jika ingin kadar gula darah seimbang tak ada salahnya untuk melakukan dua hal ringan itu dengan penuh manfaat.(ndr/yac)

Kurangi Makan Malam Cara Terbaik Kontrol Diabetes

MAKAN besar di pagi hari dan mengurangi porsi makan di malam hari, dipercaya mampu membantu mengontrol diabetes tipe 2. Hal ini menurut sebuah studi kecil terbaru.

Pasalnya, gula darah atau glukosa darah dikendalikan oleh jam internal tubuh. perlu diketahui, gula darah memuncak setelah makan malam, kata Dr Daniela Jakubowich mengatakan kepada Reuters Health, seperti dikutip Asiaone, Sabtu (7/3/2015).

Pengidap diabetes 2 sering kali makan dengan melawan jam internal tubuh mereka, kata Jakubowicz, seorang peneliti di Tel Aviv University’s Wolfson Medical Center di Israel. Studi baru mereka diikuti oleh delapan pria dan sepuluh wanita pengidap diabetes berusia antara 30-70 tahun.

Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes paling umum yang banyak berhubungan dengan masalah kegemukan. Pada diabetes tipe ini, sel tubuh resisten dengan hormon insulin atau tubuh tidak cukup membuat hormon tersebut. Insulin adalah zat kunci untuk mengirim gula ke sel tubuh untuk energi.

Peneliti menemukan bahwa kadar glukosa setelah makan yang 20 persen lebih rendah dan tingkat insulin menjadi 20 persen lebih tinggi, saat peserta penelitian mengonsumsi sarapan besar dan makan malam kecil, menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia.

"Studi kami menunjukkan bahwa sarapan besar dan mengurangi makan malam merupakan alternatif yang bermanfaat untuk mengontrol keseimbangan glukosa harian dan ini dapat dijadikan sebagai strategi terapi diabetes tipe 2 yang baik," kata Jakubowicz.

(ren)