MAKAN besar di pagi hari dan mengurangi porsi makan di malam hari, dipercaya mampu membantu mengontrol diabetes tipe 2. Hal ini menurut sebuah studi kecil terbaru.
Pasalnya, gula darah atau glukosa darah dikendalikan oleh jam internal tubuh. perlu diketahui, gula darah memuncak setelah makan malam, kata Dr Daniela Jakubowich mengatakan kepada Reuters Health, seperti dikutip Asiaone, Sabtu (7/3/2015).
Pengidap diabetes 2 sering kali makan dengan melawan jam internal tubuh mereka, kata Jakubowicz, seorang peneliti di Tel Aviv University’s Wolfson Medical Center di Israel. Studi baru mereka diikuti oleh delapan pria dan sepuluh wanita pengidap diabetes berusia antara 30-70 tahun.
Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes paling umum yang banyak berhubungan dengan masalah kegemukan. Pada diabetes tipe ini, sel tubuh resisten dengan hormon insulin atau tubuh tidak cukup membuat hormon tersebut. Insulin adalah zat kunci untuk mengirim gula ke sel tubuh untuk energi.
Peneliti menemukan bahwa kadar glukosa setelah makan yang 20 persen lebih rendah dan tingkat insulin menjadi 20 persen lebih tinggi, saat peserta penelitian mengonsumsi sarapan besar dan makan malam kecil, menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia.
"Studi kami menunjukkan bahwa sarapan besar dan mengurangi makan malam merupakan alternatif yang bermanfaat untuk mengontrol keseimbangan glukosa harian dan ini dapat dijadikan sebagai strategi terapi diabetes tipe 2 yang baik," kata Jakubowicz.
(ren)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar