Minggu, 08 Maret 2015

TAKARAN MINUM AIR PUTIH UNTUK LANSIA

MINUM air putih banyak sering dianjurkan oleh para ahli demi dapatkan ginjal yang sehat. Saat ini masyarakat masih berpikir bahwa minum air putih banyak bisa meminimalisir dari penurunan fungsi ginjal.

Namun Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH mengatakan, di satu sisi pemahaman sering minum air putih banyak adalah hal yang benar, akan tetapi disisi lain, pemahaman ini menjadi tidak benar. Seperti pasien usia lanjut dengan hiponatremia yang dianjurkan tidak boleh minum berlebihan.

"Dengan wajah yang penuh tanda tanya pasien atau keluarga yang turut, mungkin berkata di dalam hati mereka, apakah pernyataan dokter ini bisa diterima, pemahaman yang tidak benar ini perlu diluruskan," jelasnya di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, belum lama ini.

Ia menambahkan air sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia, akan tetapi dalam penggunaannya harus memperhatikan hal yang berkaitan dengan konsumsi air tersebut. Konsumsi air tidak dianjurkan melebihi kemampuan ekskresi air oleh ginjal normal yaitu 400-600 mL per jam.

"Faktor usia, besaran fungsi ginjal juga berperan dalam menentukan besaran volume asupan air ini. Pada usia lanjut sehat, tanpa aktifitas dianjurkan mengonsumsi air maksimal sebesar 1500 dan minimal 1000 mL per 24 jam," katanya.

Jika berlebihan, maka dapat terjadi hiponatremia atau kekurangan natrium dalam darah. Hal itu menimbulkan gejala fatik seperti, mual, mengantuk, gangguan melangkah hingga mudah tersandung, mudah lupa dan kram otot.

"Pada usia lanjut kebanyakan minum air dapat menyebabkan kekurangan atau natrium rendah dalam darah. Mudah jatuh. Sebab mungkin cucunya sayang dengan kakek atau neneknya agar ginjalnya bersih dikasih minum terus. Pemahaman ini yang harus diluruskan," tandasnya.

sumber :okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar